07/11/2013

Bersatu dalam perPecahan

Setelah semalaman melarikan diri dengan menikmati serial drama dan game, entahlah sejak kapan aku mulai addictid dengan drama dan game (fachry, wahid, kalian harus bertanggung jawab), pagi ini aku harus bangun pagi dan menghadapi kenyataan.
Wah terdengar seram barangkali " menghadapi kenyataan". Tapi memang tak ada term lain yang kutemukan untuk saat ini menyangkut bimbingan thesis. Yeah, tak terasa sudah tinggal hitungan hari sebelum kami menjalani conference and thesis proposal defense di awal desember nanti.
Untuk pertemuan kali ini, aku belum menyiapkan bahan real untuk didiskusikan, maksudku, pertanyaan apa, bagian kesulitan mana, atau point apa yang mesti dibincangkan. Benar-benar I did not prepare anything to be "put on the tablle as a discussion point". Bukan apa-apa, tapi memang lagi mumet dengan semua itu. Aku hanya menyelesaikan semua design dan lalu mengirimnya dengan email sehari sebelum diskusi kami ini. Dan apa yang terjadi? Hmmm hmmm..
Berhubung nuansa di belanda akhir-akhir ini penuh dengan deraian hujan, maklum autum sedang pada puncak-puncak nya. Dan dingin sudah mulai menyengat. Sebenarnya sih orang belanda sini masih tetap ada yang bersepeda, karena sepertinya mereka sudah berdamai dengan kondisi negeri mereka yang cuacanya beraneka ragam dan extrim. Tapi bagiku yang sedang mumet aku menggunakan transportasi bus. Bus disini (di Belanda) bener-bener bus. Dan hanya ada satu ragam bus tiddak seperti di padang yang selain bus (ukurannya kecil) masih ada angkot (sejenis mobil carry), ada becak motor, dan ada ojek, bahkan kalau di surabaya ditambahlagi dengan becak dan taxi. Disini hanya dimonopoli oleh bus. Dan sejauh pengamatanku hanya ada dua provider yang menguasai jalur bus di seantero utrecht ini, yakni gvu dan connection. Barangkali juga sama dengan kota lainnya di belanda. Dan satu hal yang membuatku tak habis pikir, bus yang gedenya minta ampun dan untuk beberapa jalur padat bahkan bisa berupa 3 gerbong bus dijadikan satu, selalu ada dengan jadwal yang teratur dan tak peduli berapa pun penumpang yang naik. Mereka akan selalu ada dijadwal yang sudah disediakan. Dan hampir disetiap halte bis ada papan penghitung waktu mundur untuk kedatangan bis yang bekerja secara otomatis tak tahu bagaimana dan siapa pusat control nya. Oya, tak ada istilah ngetem nunggu penumpang penuh, dan tak ada rebutan penumpang antar sopir, juga nggak ada kenek nya. Kalau di indonesia yang bisa mendekati seperti bus ini adalah bus trans jakarta, tapi masih banyak hal hal manual yang membuatnya repot. Misalnya untuk tiket, dijakarta mesti dibeli di loket dan di loket (berdasarkan pengalamanku) ada dua petugas di dalam ruang box pembelian kemudian ada satu atau dua petugas lagi saat akan memasuki tempat penantian bus, dan lalu ada satu dan bahkan dua lagi petugas di atas bus yang berfungsi sebagai kenek. Berbeda dengan di belanda, dimana tiket berupa kartu yang punya chip dan bisa di isi ulang di berbagai mesin tiket yang tersebar di central stasiun. Ov chipkart ini harus di tap in ke sejenis alat saat kita naik dan turun dari bus. Dan kita juga bisa membeli tiket on the spot di atas bus, paper tiket ini kita beli disupir saat kita baru memasuki bus. Harga tiket paper ini tetap dan lebih mahal dibandingkan dengan saldo yang terpotong jika kita menggunakan kartu yang bernama ov chipkart tadi. Selain itu juga sering kutemukan warga yang naik bus hanya dengan menunjukkan sejenis kartu, tak tahu itu apa, tapi yang jelas mereka tidak membayar. Kalau kupikir-pikir lagi, untuk saatsekarang mungkin trans jakarta atau bus trans trans lainnya tetap dengan sistem yg seperti sekarang, dimana ada begitu banyak petugas. Bukan apa apa, kalau misalnya kita benar-benar memakai sistem otomatis atau pun selfservice maka angka pengangguran akan bertambah. Dan jangan bayangkan efek lanjutannya. Mungkin akan ada peningkatan signifikan angka anak putus sekolah, atau meningkatnya angka perceraian,,, hm hm hm
Nahlo.. kok malah jadi ngomong tentang bus panjang lebar. Tapi tak apalah, kan sesuai rencana, menuliskan gambaran tentang bus dalam satu pragraf (^_^).
Ok mari kita ke 4.01 Buysballot Building. Focus group tutor, aku menyebutnya the fractions group meeting. Ini sesuai dengan rumpun topik kami.Fractions.
Diawali dengan temanku yang kujuluki dengan the lady of fractions karena designnya yang bagus dan menjanjikan untuk persoalan penjumlahan pecahan. Supervisor kami menyebutnya dengan great design and nice flow. Berbeda denganku, the LoF ini menyiapkan bahan untuk didiskusikan, selain mengirimkan design, yang bahkan untuk beberapa bagian ada dua versi, dia menyiapkan point-point pertanyaan. Diskusinya berjalan hampir 50 menit.

Dan lanjut dengan ku, alhamdulillah, juga di awali dengan "nice work" fiuuh alhamdulillah. Walau sebenarnya jangan terlalu mudah terbuai dengan pujian dosen belanda. Karena mereka akan sangat mudah memberikan hal-hal semacam ini. Barangkali mereka benar-benar mengamalkan yang namanya pemberian penguatan positif pada peserta didik. Sehingga dengan pemberian recognisi tersebut membuat suasana lebih nyaman dan bersemangat. Untuk membedakannya adalah lihat raut wajahnya saat memberikan penguatan positif tersebut. Dalam case supervisorku, maka matanya akan berbinar binar dan dia sedikit menggelengkan kepala ke kiri dan kekanan secara perlahan berirama. Dihias dengan senyum sedikit disana dan disini. Hehe. Dan pagi ini kondisi seperti ini yang aku and the LoF dapatkan alhamdulillah.
Sebagai bahan diskusi, didetik-detik terakhir sebelum giliranku, maka aku menggunakan metode "something that down from the sky". Aku coretkan point-point pertanyaan apa yang terlintas dan hubungannya satu sama lain. Berbekal coretan inilah diskusi berjalan lancar dengan baik dan menyenangkan.
Terkadang whether it is a "something that put on the table" ataupun "something that down from the sky", selama kita bisa "bring it to the air in the whole class discussion" dengan baik maka there is no need to worry. Setidaknya kamu selamat dari kesan terlihat bodoh dengan tak punya persiapan.

Ehm, pelajaran hari ini "Lakukan apa yang disuruh oleh pembimbing kita. Jadikan saran beliau sebagai bahan pertimbangan, jika kita tidak sepakat maka sampaikan beserta reasoning yang jelas. Punyalah kepercayaan diri dan jangan "Throw it away""
Ayo semangaat. Kita pasti bisa kawans. Mari bersatu dalam perPecahan.

0 comments: