07/04/2014

Gelombang ketiga. *bedah buku coy*

Bedah buku anis matta. "Gelombang ketiga"
Oleh Ustadz Sobikh

Alhamdulillah, ada kesempatan untuk menghadiri sebuah agenda silaturrahim ikhwah yang salah satu mata acaranya adalah bedah buku. Bedah buku kali ini mengupas tentang ide dan gagasan yang ditelurkan oleh ustadz anis matta dalam buku terbaru beliau yang berjudul gelombang ketiga Indonesia.

Gelombang yang dimaksudoleh ustadz anis adalah gelombang fase menjadi indonesia (1), menjadi negara bangsa modern (2), dan fase the next Indonesia (3). Dalam memahami buku ini, kita bisa melihat bahwa ustadz Anis mendasari pnulisan buku ini dari 2 sisi. Kedua sisi itu adalah sisi sejarah dan demografi.

Selanjutnya, Salah satu bagian penting dari gelombang-gelombang tersebut adalah bagian tentang value.

Pada gelombang pertama value yang dikembangkan asalah tentang solidaritas, gotong royong dan adanya kesadaran pergerakan nasional sebagai collective mind. Rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah membuat generasi pada gelombang pertama ini memiliki ciri khas tentang kesadaran untukberjuang merebut kemerdekaan.

Pada gelombang kedua, value yang ada dan berkembang adalah adanya konflik dan kompetisi, keamanan, menyesuaikan diri dengan kemodernan, dan dikuatkannya Pancasila sebagai collective mind. Pada fase ini, adanya konflik kepentingan dan kompetisi membuat pemerintah saat itu mengutamakan stabilitas keamanan dengan segala cara. Sehingga muncullah kebijakan-kebijakan yang membatasi kebebasan berbicara, berpendapat, berkumpul. Pancasila pun disakralkan secara berlebihan, sehingga dijadikan asas tunggal bagi setiap organisasi.

Gelombang ketiga, yakni yang menjadi perhatian dari pembahasan kali ini, adalah gelombang dimana Indonesia mulai beranjak untuk mulai bersiap menyongsong Indonesia masa depan.

Ust Anis menjelaskan 5karakteristik velombang ketiga ini.
1. Di Indonesia akan muncul kelas menengah baru. Masyarakat pada kelas ini jumlahnya akan meningkat. Mereka yang berada dikelas ini adalah kaum muda dan berpenghasilan rata-rata antara 2-20 juta rupiah perbulan.

2. Akan mulai meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang berpendidikan tinggi.

3. Tingginya tingkat pendidikan masyarakat akan berpengaruh pada kesejahteraan mereka.

4. Akan semakin banyak masyarakat yang well connected dengan dunia global.

5. Value yang berkembang dimasyarakat adalah tentang segala sesuatu yang berorientasi pada kemanusian, pencarian makna kualitas hidup dan mulai mwlampaui rasa individualisme.

Untuk siap eksis di gelombang ketiga tersebut, ada beberapa mindset baru yang harus dibentuk dan di kembangkan:
- Arsitektural. Kita harus sadar bahwa kita sebagai manusia adalah arsitek utama dalam membangun seduah peradaban.

- fungsional. kita harus mampu berkarya menghasilkan sesuatu yang berfungsi dan bermanfaat.

- Experimental. Dunia akan cepat berubah dan perkembangan segala sesuatunya terjadi dengan cepat serta susah diprediksi. Maka dari itu perlu ada nya keberanian untuk mencoba melakukan hal-hal baru. Menemukan penemuan-penemuan baru yang dapat menunjang kehidupan manusia.

- creative. Yanf terakhir ini merupakan syarat untuk bisa tetap eksis dan tak tersingkirkan dari gelombang ketiga. Inovasi dan kreasi sangat dibutuhkan agar keberadaan kita bisa diakui dan kita bisa bertahan pada gelombang ini.

Demikianlah, sekelumit bahasan dari buku gelombang ketiga. Terutama penjelasan tentang nilai yang ada pada fase ini. Semoga bisa menjadi gambaran agar kita memahami karakternya dan mempersiapkan diri untuk menjadi aktornya.

Yang dituliskan pada tulisan ini bisa jadi tercampur dengan pemikiran ustadz sobik dan interpretasi pribadi penulis, maka alangkah lebih baik, kawan-kawan juga membaca bukunya sendiri. ^_^

0 comments: